Digambarkan dalam injil2 kanonik bahwa
ketika semua orang dari daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem telah dibaptis
oleh Yohanes sang Pembaptis di Sungai Yordan, lalu datanglah Yesus dari Nazaret
kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Narasi selanjutnya dikutip di bawah ini:
MATIUS:
12:16 Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan
siapa Dia,
12:17 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
12:18 "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi,
yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya,
dan Ia akan
memaklumkan hukum kepada orang-orang non-Yahudi.
12:19 Ia tidak akan berbantah dan
tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.
12:20 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang
pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu
menang.
12:21 Dan pada-Nyalah orang-orang
non-Yahudi akan berharap."
3:15 Lalu Yesus menjawab,
kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita
menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
3:16
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit
terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun
ke atas-Nya,
3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang
mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku
berkenan."
MARKUS:
1:9. Pada waktu itu datanglah Yesus
dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.
1:10 Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan
Roh seperti burung merpati turun ke
atas-Nya.
1:11 Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang
Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."
LUKAS:
3:21. Ketika seluruh orang banyak
itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah
langit
3:22 dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke
atas-Nya.
Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi,
kepada-Mulah Aku berkenan."
YOHANES:
1:32 Dan Yohanes memberi kesaksian,
katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati,
dan Ia tinggal di atas-Nya.
1:33 Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang
mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau
engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah
itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
1:34 Dan aku telah melihat-Nya
dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."
Ayat2 injil di atas
tidak secara eksplisit menunjuk keterangan dalam Perjanjian Lama,
kecuali
MATIUS
12:16-21. Namun, dengan mempertimbangkan kebiasaan injil2 kanonik
menunjuk nubuat Yesaya dalam narasinya dan mengingat
KEBOHONGAN INJIL2 KANONIK 1, maka sesungguhnya ayat2 injil kanonik di atas
diinspirasikan dan dikutip oleh para pengarangnya dari Kitab
Yesaya
berikut ini:
42:1. Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang,
orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke
atasnya,
supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. (a)
42:2 Ia tidak akan
berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.
42:3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang
pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan
hukum.
42:4 Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah
terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.
42:5. Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan
membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya,
yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada
mereka yang hidup di atasnya:
42:6 "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau
untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau
dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk
bangsa-bangsa,
42:7 untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang
hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap
dari rumah penjara.
42:8 Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan
memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.
42:9 Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang
baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya
kepadamu."
42:10 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia
dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau
dengan segala penduduknya. (b)
42:11 Baiklah padang gurun
menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang
didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk
Bukit
Batu,
baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! (c)
42:12 Baiklah mereka memberi penghormatan kepada
TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau.
42:13.
TUHAN
keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan
semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap
musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya. (d)
42:14 Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku
berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan
yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap.
42:15 Aku mau
membuat tandus gunung-gunung dan bukit-bukit, dan mau membuat layu segala
tumbuh-tumbuhannya; Aku mau membuat sungai-sungai menjadi tanah kering dan mau
membuat kering telaga-telaga.
42:16 Aku mau memimpin orang-orang buta di
jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan
yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi
terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal
yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan.
42:17
Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang dan
mendapat malu, yaitu orang-orang yang berkata kepada patung tuangan: "Kamulah
allah kami!" (e)
42:18. Dengarkanlah, hai orang-orang tuli pandanglah
dan lihatlah, hai orang-orang buta!
42:19 Siapakah yang
buta
selain
dari hamba-Ku, dan yang tuli seperti utusan yang Kusuruh? Siapakah yang buta seperti
suruhan-Ku dan yang tuli seperti hamba TUHAN? (f)
42:20 Engkau melihat banyak, tetapi tidak
memperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar.
42:21 TUHAN
telah berkenan demi penyelamatan-Nya untuk memberi pengajaran-Nya yang besar dan
mulia;
60:7 Segala kambing domba
Kedar
akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan
Nebayot
akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku
sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah
keagungan-Ku.
60:8 Siapakah mereka ini yang melayang
seperti awan dan seperti burung merpati ke pintu
kandangnya?
Ayat2 Yesaya yang dikutip injil2 kanonik tampak tidak terlihat
adanya distorsi, mengingat tidak ada penunjukan nash dari injil2 tersebut
tentang peristiwa pembaptisan Yesus oleh Yohanes sang Pembaptis,
kecuali
MATIUS
12:16-21. Namun demikian, kalau kita meneliti dan membandingkan
antara teks Yesaya dengan injil2 kanonik di atas, maka akan terlihat adanya
upaya "pemenuhan nubuat yang tersembunyi" dari para pengarang injil2 kanonik.
Di sini terdapat dua frasa yang dikutip oleh pengarang injil2 kanonik,
yaitu "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku
berkenan"
dan "Roh seperti merpati turun ke
atas-Nya",
yang sebenarnya merupakan teks dari Yesaya, "Lihat, itu hamba-Ku yang
Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh
Roh-Ku ke atasnya" dan "Siapakah mereka ini yang melayang
seperti awan dan seperti burung merpati ke pintu
kandangnya".
Jelaslah sekarang, bahwa para pengarang injil
kanonik telah membuat suatu "pemenuhan nubuat yang tersembunyi" yang seolah2
peristiwa pembaptisan Yesus oleh Yohanes sang Pembaptis merupakan pemenuhan
nubuat dari Perjanjian Lama. Padahal, teks Yesaya yang mereka kutip sesungguhnya
tidak berkaitan sama sekali dengan Yesus, tetapi teks Yesaya justru
mengindikasikan akan datangnya seorang nabi yang lainnya, bukan Yesus. Hal ini
dapat kita lihat dari ayat2 selanjutnya dari teks Yesaya tersebut.
Sekarang, marilah kita selidiki ayat2 Yesaya selanjutnya dengan tetap
menyandarkan penjelasan ini pada nubuat datangnya seorang nabi yang seperti Musa sebagaimana dimaksud Kitab
Ulangan
18:18-20.
(a) Perlu dicatat, bahwa Yesaya 42:1 di atas menjelaskan
tentang konsep "hamba" yang telah dipilih oleh Tuhan untuk
seluruh alam semesta, dan secara tegas Al-Qur'an berbicara mengenai hal
tersebut:
[QS. 25:1. Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan
(Al Qur'an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi
peringatan kepada seluruh alam,]
(b) Menurut Yesaya 42:10, Tuhan
memerintahkan untuk membuat "nyanyian baru". Frasa "nyanyian baru" jelas merupakan
kiasan yang dapat diterjemahkan sebagai "syariat baru". Kita tahu, Yesus datang
bukanlah untuk membawa syariat baru, tetapi justru untuk melengkapi syariat yang
sudah ada yaitu syariat Taurat, sebagaimana dijelaskan oleh salah satu injil
kanonik sendiri (Matius 5:17-20). Dengan demikian, maka ayat Yesaya ini juga
tidak cocok diterapkan kepada Yesus.
(c) Dalam Yesaya 42:11, terdapat frasa
"didiami
Kedar" dan "Bukit Batu" (lihat juga Yesaya
60:7-8
di atas). Kita juga tahu, bahwa "Kedar" adalah nama sebuah kabilah bangsa Arab
di Mekah yang merupakan keturunan Nabi Ismail dari anak keduanya yang bernama
Kedar
(Kejadian 25:13). Demikian juga dengan
Nebayot, ia adalah anak sulung Nabi Ismail. Mekah juga secara
geologis terkenal dengan gunung2 batunya. Sedangkan Yesus adalah
keturunan Ishak, adik Ismail, dengan "memaksakan" garis keturunannya melalui
jalur Yusuf, bapak tiri Yesus, oleh karena Yesus lahir dari perawan suci Maria.
Dengan demikian, maka ayat Yesaya ini juga tidak cocok diterapkan kepada Yesus.
(d) Dalam Yesaya 42:13, terdapat frasa
"Tuhan
keluar berperang seperti pahlawan". Ayat ini juga tidak cocok dengan
Yesus, karena Yesus tidak pernah berperang atau memimpin peperangan secara
fisik. Bahkan, Yesus justru "dibunuh" oleh kaumnya sendiri, yang berarti Yesus
bukanlah "pahlawan perang" yang dimaksud Yesaya tersebut.
(e) Dalam Yesaya 42:17, terdapat
frasa "
Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke
belakang". Umat Israel ketika Yesus diutus, bukanlah penyembah
berhala dari patung2 buatan manusia, sehingga ayat ini juga tidak cocok
diterapkan pada sosok Yesus.
(f) Dalam Yesaya 42:19, terdapat kata2
ungkapan
"buta"
dan
"tuli".
Kata "buta" merupakan ungkapan Tuhan yang dapat diartikan sebagai "tidak dapat
membaca dan menulis", sedangkan kata "tuli" dapat diartikan sebagai "tidak
pernah mendengar satu kitab pun sebelumnya". Ayat ini juga tidak cocok dengan
Yesus, karena Yesus datang justru untuk menggenapi hukum Taurat dan kitab2 para
nabi dengan diterimanya kitab Injil dari Tuhan (Matius 5:17-20).
Berdasarkan uraian di atas, maka "pemenuhan nubuat tersembunyi"
sebagaimana dinarasikan dalam injil2 kanonik di atas, yang sebenarnya dikutip
dari teks Yesaya ini, menjadi semakin jelas dan terbukti
mengada-ada! Nabi itu bukanlah Yesus, karena dalam segala hal yang
tersebut dalam nubuat Yesaya di atas bertolak
belakang dengan kehidupan Yesus, tetapi ia justru cocok dengan
nabi
setelah Yesus, yang dalam berbagai hal sama persis dengan nubuat Yesaya di atas.
Lebih jauh, nubuat Yesaya di atas justru membuka tabir kebohongan
peristiwa pembaptisan Yesus oleh Yohanes sang Pembaptis!
Wassalaam.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar